Prestasi Ekonomi Jokowi sebagai Pemimpin Publik

Pengkritik Jokowi mengatakan prestasi Jokowi sebagai walikota dan gubernur hanyalah di hal-hal kecil seperti menyelenggarakan festival atau membuat bangku taman.

Sesungguhnya,  Jokowi juga berhasil melakukan hal besar untuk daerah yang dipimpinnya, seperti menekan inflasi dan meningkatkan APBD–dua pengalaman signifikan sebagai bekal memperbaiki perekonomian Indonesia.

1. Menekan Inflasi di Solo dan Jakarta

Untuk Solo:

Pada 16 Mei 2012, Jokowi sebagai Walikota Solo menjadi salah satu dari enam kepala daerah yang mendapatkan penghargaan pemerintah karena berhasil menjaga inflasi atau kestabilan harga-harga di daerah. Penghargaan itu diberikan Presiden SBY yang diwakili Menko Perekonomian Hatta Rajasa.  

Selama 2011, tingkat inflasi Solo adalah 3,79 persen, atau 1,93 persen dibandingkan inflasi nasional. 

 

Hatta memberikan penghargaan atas prestasi Jokowi pada Rakornas III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sumber: http://www.solopos.com/2012/05/16/jokowi-terima-penghargaan-pidt-186312

Hatta memberikan penghargaan atas prestasi Jokowi pada Rakornas III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Sumber: http://www.solopos.com/2012/05/16/jokowi-terima-penghargaan-pidt-186312

Gubernur BI Darmin Nasution memuji Jokowi dengan berkata bahwa keberhasilan Jokowi menjaga stabilitas inflasi di Solo bukan hanya pada 2011, melainkan sejak 2007.

Untuk Jakarta:

Jokowi berhasil menurunkan laju inflasi Provinsi DKI Jakarta selama dua kuartal di tahun 2013. 

Gubernur BI Agus Martowardojo memuji Jokowi dengan berkata, “Dia adalah pengendali inflasi Provinsi DKI Jakarta yang terbaik.” 

Agus mengatakan Provinsi DKI Jakarta berperan 22,5 persen terhadap inflasi nasional dan menyumbang 18 persen kepada pertumbuhan ekonomi nasional. Selama 2011 dan 2012, inflasi Provinsi DKI Jakarta selalu lebih tinggi dari inflasi nasional. “Sementara selama dua kuartal terakhir 2013, inflasi Jakarta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional,” kata Agus.

Jokowi berkata, untuk menjaga inflasi yang diperlukan adalah mengendalikan pasokan barang. Artinya, barang harus selalu tersedia. Aparat mulai dari Badan Urusan Logistik hingga kepolisian setempat perlu turun ke lapangan. Bila mencium hal yang tidak beres, Pemda juga harus langsung turun ke lapangan.

“Pasokan stoknya harus dicek terus bukan dibiarkan terhadap mekanisme pasar. Barangnya ada di gudang, benar tidak. Yang penting manajemen distribusi, ini biar tidak dimainkan tengkulak,” kata Jokowi.

Salah satu terobosan  Jokowi adalah melakukan kerjasama antar provinsi dalam rangka pengadaan stok bahan pangan. Pemerintah Jakarta melakukan kerjasama dengan Provinsi Sulawesi Selatan, NTT, dan Lampung.

Menurut Jokowi setiap provinsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing terkait dengan komoditas bahan pangan sehingga perlu ada kerjasama. Bahan pangan yang menurutnya perlu disuplai dari provinsi lain untuk Jakarta adalah beras, daging sapi, dan ikan.

Salah satu masalah terbesar perekenomian nasional adalah inflasi. Bila menjadi presiden, strategi Jokowi dalam mengendalikan pasokan barang niscaya ampuh untuk diterapkan ke seluruh Indonesia. Ia mengatakan, prinsipnya sama, hanya cakupannya yang berbeda. 

2. APBD DKI meningkat secara luar biasa

Ketika Jokowi pertama kali menjabat sebagai gubernur, APBD DKI 2012 adalah Rp 41 triliun.

Setelah setahun memimpin, APBD DKI 2013 menjadi Rp 50,1 triliun.

Lalu, pada Maret 2014, pemerintah DKI berhasil menggenjot lagi pendapatan daerah dan mengurangi korupsi serta inefisiensi sehingga APBD DKI naik lagi menjadi Rp 72 triliun (naik 43,7%).

Anggaran 2014 itu terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp64,7 triliun dan pembiayaan daerah Rp167 miliar. 

Prestasi hebat Jokowi ini dipuji oleh Menteri Keuangan Chatib Basri saat  penandatanganan kerjasama antara Pemprov DKI dan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan di Balai Kota DKI Jakarta, 17 Maret 2014.

Penandatangan kerjasama Pemprov DKI dengan Kementerian Keuangan pada 17 Maret 2014. Sumber: http://www.merdeka.com/jakarta/apbd-dki-tembus-rp-72-triliun-menkeu-puji-jokowi.html

Penandatangan kerjasama Pemprov DKI dengan Kementerian Keuangan pada 17 Maret 2014.
Sumber: http://www.merdeka.com/jakarta/apbd-dki-tembus-rp-72-triliun-menkeu-puji-jokowi.html

APBD DKI 2014 dibuka secara transparan di http://www.jakarta.go.id sehingga masyarakat bisa mengaksesnya. Transparansi keuangan seperti ini belum pernah dilakukan gubernur-gubernur DKI sebelumnya.

Upaya-upaya transparansi, efisiensi birokrasi, dan pengurangan celah untuk korupsi yang dilakukan Jokowi selama ini telah terbukti mencapai hasil yang baik. Bila kelak menjadi presiden, niscaya terobosan-terobosan itu bisa dilakukan secara nasional untuk Indonesia yang jauh lebih baik dan kuat. 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Prestasi Ekonomi Jokowi sebagai Pemimpin Publik

  1. Ping balik: Jawaban Jokowi Itu Level Gubernur, Benarkah? | INDONESIA HEBAT

  2. Ping balik: Antara Prabowo dan Jokowi - Politik - hermansaksono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s